Opini Mahasiswa: Bos dan Instabilitas Pendidikan

Ihya’ Ulumuddin

Mahasiswa tarbiyah IAIN Sunan Ampel jurusan Pendidikan Agama Islam

ihya@gmail.com

Bantuan Operasional Sekolah (BOS), progam dari Kemendiknas yang pada dasarnya penyediaan pendanaan biaya operasi non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Demikian yang tertuang dalam buku panduan BOS dengan motto pendidikan gratis dalam rangka wajib belajar sembilan tahun. Hingga terumus beberapa kegiatan yang nantinya hanya diperbolehkan pembiayaannya menggunakan dana BOS.

Kegiatan yang telah mendapat jatah BOS, di antaranya: pembiayaan seluruh kegiatan penerimaan siswa baru (PSB), pembelian buku teks pelajaran dan buku penunjang untuk koleksi perpustakaan, pembelian bahan-bahan habis pakai, pembiayaan kegiatan kesiswaan, pembiayaan ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa, pengembangan profesi guru, dan sebaginya. Bila seluruh komponen terpenuhi pendanaan dari BOS dan bila masih terdapat sisa dana, dapat digunakan untuk membeli alat peraga, media pembelajaran sekolah, dan sebagainya yang intinya menunjang pembelajaran.

Penggunaan BOS dilarang untuk disimpan dengan maksud dibungakan, dipinjamkan kepada pihak lain, membiayai kegiatan yang bukan merupakan prioritas sekolah, membayar bonus, transportasi, atau pakaian yang tak berkaitan dengan kepentingan murid, rehabilitasi sedang dan berat, membangun gedung/ruangan baru, membeli bahan/peralatan yang tak mendukung proses pembelajaran.

BOS dimulai sejak Juli 2005 sampai sekarang telah mencapai peran sebagai pemercepat pencapaian program wajib belajar sembilan tahun. Hal itu dapat dilihat pada peningkatan angka partisipasi kasar (APK) 2009, mencapai 98,11 persen. Tak dimungkiri banyak pro dan kontra terkait penyelewengan BOS oleh oknum tak bertanggung jawab. Ada saja pihak yang tak merelakan BOS berjalan pada rel peraturan yang baku. Ini salah satu indikasi kerusakan sistem pendidikan yang tidak efektif tapi masih dilaksanakan.

UU Sistem Pendidikan Nasional 20/2003 pasal 1 menyebutkan, pendidikan https://www.viagrapascherfr.com/ou-acheter-du-viagra-a-toulouse/ adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Pada bagian akhir inilah tujuan utama pendidikan yang ideal dan diharapkan dengan terbentuknya peserta didik yang memiliki kapabilitas keagamaan dan keilmuan yang mutualisme, saling menguntungkan bagi masyarakat, bangsa dan negara. Bukan sebaliknya.

Hal penting yang perlu mendapat tekanan adalah prosedur pengelolaan BOS. Untuk meminimalisir penyelewengannya perlu pengawasan terhadap tranparansi pengelolaannya oleh pemerintah pusat. Sebab selama ini pengelolaan BOS cenderung tertutup dan tak mengikuti panduan pengelolaan dana BOS sebagaimana yang telah dibuat Kemendiknas. Inilah yang diamati oleh Peneliti senior Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri, bahwa penyimpangan dana BOS di tingkat sekolah telah menjadi fenomena umum dan salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya transparansi, akuntabilitas dan partisipasi warga atas pengelolaannya. Kompas.com (6/12/2010). BOS ternyata menyisakan kondisi pendidikan yang justru menggoyahkan pendidikan itu sendiri. Sehingga kelangsungan BOS ke depannya patut dipertanyakan efektifitasnya, landasan filosofisnya serta kompleksitas dampak yang menyertainya.

Artikel ini telah dimuat di Harian Surya pada Jumat, 28 Januari 2011 | 00:00 WIB

Sumber: http://www.surya.co.id/pendapat/wartawan-warga-negara/bos-dan-instabilitas-pendidikan-2.html diakses pada tanggal 24 Februari 2011.

Both comments and pings are currently closed.

3 Responses to “Opini Mahasiswa: Bos dan Instabilitas Pendidikan”

  1. Kluarga besar PAI mengucapkan selamat dan sukses atas publikasi Ihya Ulumudin di media massa dengan identitas mahasiswa PAI. Smoga bisa diikuti yg lain. Bagi mhs yg tulisannya sudah dimuat di koran/ majalah bisa dikirim ke email kami utk dipublikasikan kembali di web blog PAI ini.

  2. misbahul munir says:

    sipppppppp……
    aku nyusul pak….

  3. semoga menjadi ‘pemantik’ teman2 untuk lebih bijak dan kritis dalam menyikapi setiap kebijakan pendidikan yang di programkan oleh pemangku kebijakan.

  • FACEBOOK

  • Powered by WordPress | Designed by: All Premium Themes | Thanks to wordpress themes free, Best Free WordPress Themes and Free WordPress Themes